Datajabar.com | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 8.389 orang telah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang kuartal I atau Januari hingga Maret tahun ini.
Berdasarkan data Kemnaker, angka tersebut mengalami penurunan cukup besar jika dibandingkan dengan laporan PHK periode yang sama tahun sebelumnya yang masih tercatat sebanyak 34.211 orang.
“Pada periode Januari s.d. Maret 2026 terdapat 8.389 orang tenaga kerja ter-PHK,” tulis Kemnaker dalam leman resminya dikutip Kamis (16/4/2026).
Secara terperinci, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi wilayah dengan jumlah PHK terbanyak mencapai 1.721 orang, turun dari kuartal I tahun lalu yang masih mencapai sebanyak 7.177 orang.
Di posisi kedua ada Provinsi Kalimantan Selatan yang mencapai sebanyak 1.071 orang. Namun, angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang masih sebanyak 758 orang.
Di posisi ketiga ada Provinsi Kalimantan Timur dengan angka PHK sebanyak 915 orang, mengalami penurunan dibandingkan Januari-Maret 2025 lalu yang masih sebanyak 1.092 orang.
Sementara itu, posisi keempat dan kelima berada di Provinsi Banten yang mencapai 707 orang, dan Jawa Timur sebanyak 649 orang. Tahun lalu, Banten masih mencatat 3.554 orang dan Jawa Timur sebanyak1.596 orang.
Berikut 10 Provinsi dengan PHK terbanyak Januari-Maret 2026:
1. Jawa Barat: 1.721 orang
2. Kalimantan Selatan: 1.071
3. Kalimantan Timur: 915
4. Banten: 707
5. Jawa Timur: 649
6. Jawa Tengah: 558
7. DKI Jakarta: 554
8. Sumatera Selatan: 495
9. Sulawesi Selatan: 187
10. Sumatera Utara: 168.(*)











