Datajabar.com | Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman hingga 2027 mendatang. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Direktur Utama Bulog Jawa Barat, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan di tengah dinamika global serta isu perubahan iklim, cadangan beras nasional saat ini mencapai 5,38 juta ton.
“Apa yang disampaikan pemerintah untuk swasembada pangan, sekarang benar-benar terlihat. Stok pangan kita, utamanya beras sampai hari ini mencapai 5,38 juta ton,” kata Ahmad Rizal saat ditemui, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Ahmad, cadangan beras yang ada di Bulog saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Melihat ketersediaannya, cadangan pangan nasional itu diprediksi akan aman sampai 2027 mendatang.
“Cadangan beras yang kita milik saat ini merupakan yang tertinggi dimiliki Indonesia. Stok ini sangat mampu menjamin ketersediaan pangan sampai tahun 2027 nanti di pertengahan,” kata Ahmad.
Saat ini, pemerintah pusat sudah tidak lagi mengimpor beras. Kebijakan impor tersebut resmi dihentikan sejak 2025 lalu, meskipun pada periode 2023-2024 volume impor beras tergolong sangat besar.
“Sejak Januari 2025, bulog sudah tidak lagi mengimpor beras. Padahal di tahun 2023.sampai 2024, volume impor beras mencapai 7 juta ton,” kata Ahmad.
Untuk memenuhi kebutuhan beras di wilayah Jawa Barat, Bulog menyerap gabah dan beras dari sejumlah daerah sentra produksi, mulai dari Bandung, Tasikmalaya, Cianjur, hingga Sumedang.
“Sebagian juga dari Cianjur, masih dalam lingkup Jawa Barat sesuai area layanan kami, Bandung dan sekitarnya,” ujar Ahmad.(detik.com)









